Aku punya Allah
Bandar kidul, 25 juli 2016
Hai pagi,
Aku kembali menulis diblog, karena mungkin cuma disini aku bisa mengeluarkan semua yg ku rasa.
...
3 tahun 7 bulan sudah terlewati, kisah cintaku dengan NRA. Ditahun ini pula aku akan di wisuda..24 sept 2016.
...semenjak kita LDR, sepagi tadi aku selalu jemput kamu di perempatan. Kamu menarik kedua tanganku melingkari perutmu, kebiasaan lama yg sudah jarang kamu lakukan :')
Aku kaget waktu kamu bilang "mama nda mau dbawain telur lagi, katanya gatel" mbuh iyo mbuh ora. Itu sangat ga mungkin, ayam didesaku ga ada yg makan pur..๐ bukan aku negatif thinking...tp klo memang nda mau dbawakan ya ndapapa...๐ข bahkan kamu sendiri sepertinya ngerasa klo itu cuma alasan yg dbuat", biar ga komunikasi lgi sama aku. Aku ikhlas kok bawain telur itu, biar mama nda sakit"an lagi... ๐ Tuhan..apa salahku?
...
Aku belajar kuat & tegar..ketika aku tau kamu telah dijodohkan, kamu pernah bilang..banyak permintaan yg harus dipuaskan. Mungkin salah satunya permintaan dari mama.mu yg menjodohkanmu, aku tau sepertinya kamu lelah hidup dengan paksaan sperti itu. Hanya saja..aku ingin bertanya, knapa tak kamu bawa namaku sebagai seseorang yg ingin kamu nikahi? Apa ditolak? Kalau ditolak, knapa tak kamu jelaskan kita bersama membangun dari 0, aku yg menemani suka dukamu dari awal, kenapa? Kamu sayang kan sama aku?, aku pengen denger alasan paling jujur dari hatimu..knapa kamu mengiyakan ketika dijodohkan dgn perempuan lain? Karena fisikku yg cacat kah?..Ego?
Dear..tak kah kau sadari, aku telah berubah..bukan paksaan, tp Allah.lah yg menunjukkan jalannya.. :)
Aku bukan perempuan yg sempurna, bahkan masak pun tak enak..tp aku telah belajar..bahkan aku sudah siap segalanya ketika aku harus menikah detik ini juga.
Aku siap jika harus tinggal serumah dengan mama qm, aku siap akan hal buruk nantinya, karena aku ga sendiri... Aku punya Allah dan juga kamu,
Aku menyayangi mama.mu sperti mama.ku sendiri.. Aku telah mengenalkan mu di keluarga besarku, di depan orang tuaku juga di depan Tuhanku.
Kamu tau apa yg membuatku terus bertahan? Mamaku..
Mama tak pernah lelah cerita tentang kotamu, mama tak pernah berhenti bangga dgn kotamu, pergi ksanapun mama selalu bilang sama aku, waktu ke kotamu mama juga tanya mana rumahmu, sebahagia itu mama jika aku bisa tinggal dikotamu, bersamamu.... :')
...
Kini, aku sedang berjuang, memperjuangkanmu mati"an di depan Allahku..aku terus mendekatiNya, aku memohon belas kasihNya agar Dia meridhoi kita bersatu.. Aku tak lelah meminta do'a dari semua orang untuk kita, apapun aku lakukan demi terciptanya ikatan suci kita. Aku yakin, Allah sedang menyusun hal baik yg sangat indah buat kita. Aku yakin, Allah tak pernah lelah memelukku dan mendengar do'a"ku.. Tak pernah lelah mendengar namamu yg jutaan kali kusebut dalam nafas do'aku... Semoga Allah mengabulkan do'a"ku.. ๐ AMIN.
Komentar
Posting Komentar