hari ke 15

Kediri, 19 maret 2017

Tepat hari ke 15 ketika aku menulis ini. 2 pekan sudah aku mengenal seseorang yg dibawa ortuku.
Ahmad syauqi ardiansyah.
Hari ini pula untuk kali pertama kita keluar berdua. Iya, biar kita sama” ngenal satu sama lain. Entah knapa semakin bareng smakin datar... sama skali ga ada benih yg tumbuh tunas seinchi pun.
Entahlah, sebisa mungkin aku berusaha me”nyaman”kan diri disisinya, but really flat!
Sebisa mungkin aku bikin keributan kecil, hanya pengen tau seberapa besar selera humornya, but ttep is so flat...
Salah? Dimana salahku?
Sempat aku live.kan bareng tmn”, mayan lah respon mereka positif, excited dgn hal yg aku lakuin. Tp sayang pertengahan live, seseorang masuk ruang live. Dan dgn segera aku off. Seketika itu juga siska ngasih tau klo dia nulis status baru yg isinya menyinggung aku. Fix aku cek, dan ya! Tulisan itu berbahasa inggris, aku memang ga bgitu tau tapi aku mengerti isinya. Iya, dy meragukan keseeriusanku dengan uqi. Aku butuh alasan ini, karena terkadang aku sadar aku tak bisa memahami sisi lain dari aku sendiri ketika dalam hal sulit.
Aku mulai bertanya.. ya, jawabannya tepat, ga meleset. Dia melihatku tak bahagia, sepintar apapun aku menutupinya. Dia melihatku suatu hal yg terpaksa. Bagaimana kamu bisa mengerti? Ya, bahkan aku sendiri tak mengerti dgn hal ini. Aku hanya wayang yg melakukan tugas demi desakan kedua ortu.. mereka tak pernah sedikit pun mau mengerti bagaimana perasaanku. Mereka ga ngerti bahasa yg aku ucapkan.
Dan entahlah pikiranku mulai kalut kmana mana... satu sisi aku ga mau php uqi, satu sisi aku ya pgn nebus dosaku ke ortu, di sisi lain aku juga ga mau hubungan ini kedepannya jd membosankan dan sia” tanpa adanya perasaan apapun...
Salah kalo aku dilanda dilema? Sepele memang, aku pernah ngerasain yg namanya dikecewain, itu knapa aku ga mau ngecewain siapapun, tapi aku juga ga mau mengorbankan masa depanku demi apapun... T.T aku ga mau menyiksa diriku sendiri demi kebahagiaan org lain... terlebih ini masalah PERNIKAHAN. Ga bisa dianggep sepele lagi T.T
Well, aku mulai berbagi perasaan sama kuni,, banyak masukan yg aku terima.. tetap saja perasaanku masih bimbang, bukan..bukan tentang masa lalu. Ini masih tentang keputusan masa depanku.
Aku mulai mengalihkan perhatianku dengan tumpukan setrika, dan ya! Tiba” saja aku mengerti.. aku mulai menyadari satu hal. Tentang ramalan kartu, ketika ia berbicara keadilan yg seadil-adilnya. Keadilan menurut Dia, bukan menurutku ataupun mereka. Bahwasannya...
Apa yg dialami masa laluku, adalah yg aku alami sekarang ini. Dan ya, kisah kita memang tak jauh beda. Terkadang..untuk satu langkah maju kedepan, harus mengorbankan kebahagiaan & cinta yg dibangun 4 tahun silam. Itu yg terkadang ga kita fahami kenapa seseorang mengambil keputusan diluar kemampuannya sendiri, diluar logikanya sendiri. Sekarang aku mengerti, dilema yg dialaminya lebih dulu hingga berbulan-bulan lamanya.
Sekarang aku mulai mengerti.. bahwa yang terbaik akan selalu pergi. Karna yang terbaik tak kan pernah ada.. karna yg terbaik hanya Dia, Allah SWT..
Ada yang bisa mengajariku, langkah apa yg harus aku ambil? Keputusan seperti apa yg harus aku buat? God, please give me a stronger.. tunjukkanlah mana yg menurutMu baik untukku dan masa depanku..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unsafety

Air mata..

Hari bahagiamu